Palembang I sergap24.id
Kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil tangki operasional milik PT Safaat dan satu unit mobil travel terjadi di kawasan putaran PT Pertamina Val 7, Palembang, Sabtu (17/5/2026) sekitar pukul 00.39 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kendaraan travel mengalami kerusakan cukup parah.
Mobil travel berwarna merah yang dikemudikan Mursalin mengalami kerusakan di bagian depan sebelah kanan. Kaca depan pecah, spion samping hancur, serta bodi kendaraan mengalami lecet dan penyok akibat benturan.
Mursalin menjelaskan, saat kejadian dirinya tengah mengemudikan kendaraan travel dari arah Indralaya menuju Palembang sambil membawa penumpang dari wilayah Tanjung Raja.
“Posisi kami sama-sama dari arah Indralaya menuju Palembang. Mobil tangki itu berada di depan saya,” ujar Mursalin kepada wartawan.
Menurutnya, sebelum kecelakaan terjadi dirinya telah memberikan peringatan dengan membunyikan klakson serta menyalakan lampu tembak karena mobil tangki berada di jalur kiri usai hendak memutar arah.
“Saya sudah kasih lampu tembak dan klakson. Posisi mobil tangki masih lurus di depan,” katanya.
Namun, saat kendaraan travel melaju, mobil tangki tersebut diduga tiba-tiba berbelok ke kanan sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
“Pas saya melaju, mobil tangki itu mendadak belok kanan. Di situlah kejadian,” ungkapnya.
Kecelakaan terjadi tidak jauh dari simpang putaran arah keluar kawasan Pertamina sebelum Simpang Sungki. Mursalin mengaku masih mengingat ciri kendaraan tangki yang terlibat, yakni berwarna biru putih dengan nomor polisi BG 8587 IH.
Usai kejadian, kedua belah pihak sempat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan di lokasi. Sopir mobil tangki disebut menghubungi seseorang bernama Dimas yang disebut sebagai penanggung jawab lapangan.
“Katanya nanti tanggung jawab sama dia, jadi kami sempat tidak langsung membuat laporan polisi,” ujarnya.
Meski demikian, hingga kini Mursalin mengaku belum menerima tanggapan maupun penyelesaian resmi terkait kerugian yang dialaminya.
“Sampai sekarang belum ada tanggapan,” tegasnya.
Korban berharap pihak perusahaan menunjukkan itikad baik dan bertanggung jawab penuh atas kerusakan kendaraan yang dialaminya.
Sementara itu, Andi selaku pengurus PT Safaat membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait insiden tersebut dan meneruskannya ke manajemen internal perusahaan.
Menurut Andi, Dimas merupakan bawahannya yang bertugas sebagai SPA/SPH atau supervisor lapangan saat kejadian berlangsung.
Dimas juga diketahui berada di lokasi dan sempat menyampaikan komitmen bahwa perusahaan akan bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Andi menambahkan, penanganan kecelakaan turut melibatkan sejumlah unsur pengamanan, termasuk Brimob, Provos/Propam, serta personel internal lainnya.
“Dimas itu anak buah saya juga, dan persoalan ini tetap kami tindak lanjuti,” ujar Andi.
Ia menegaskan bahwa pihak perusahaan tidak berniat menghindari tanggung jawab dan proses penyelesaian masih berjalan melalui jalur resmi, termasuk koordinasi dengan unit Laka Lantas.
Hingga kini, kasus kecelakaan tersebut masih menunggu tindak lanjut dan penyelesaian resmi dari pihak terkait. ( Karman _69 )







