ROKAN HILIR//seegap24.id —MabesnewsTV.com-Tim Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) kembali melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kali ini, kegiatan digelar di Aula Kantor Camat Tanah Putih Tanjung Melawan (TPTM), Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.10 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya TNI dalam memperkuat sinergitas bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, serta masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi potensi Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki kerawanan kebakaran.
Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI terdiri dari Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr(Hanla), Letkol Mar. Alyessi Hippy, Mayor Inf. Andang Rohadi, Mayor Inf. Roni Kusnandar, dan Mayor Inf. Ade Hermansyah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Tanah Putih Tanjung Melawan M. Zuhri, S.Ag., Danramil 02/TP yang diwakili Peltu J.K. Siregar, Kapolsek TPTM Iptu Kodam, S.H., serta para lurah, datuk dan datin penghulu se-Kecamatan TPTM.
Selain itu, kegiatan melibatkan personel TNI-AD, Polri, staf kecamatan, pemerintah kepenghuluan, Satpol PP, serta masyarakat sebagai bagian dari pasukan gelar dan unsur pendukung kegiatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan doa dan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi penyuluhan Karhutla, peninjauan lokasi Karhutla, foto bersama, dan kegiatan ditutup.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan lintas matra yang melibatkan berbagai unsur terkait.
Menurutnya, pengecekan dan pemantauan dilakukan secara langsung di lapangan untuk mengetahui kondisi serta perkembangan situasi secara nyata. Kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut atas perintah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Kegiatan ini telah berjalan selama kurang lebih satu minggu dan mendapatkan respons serta penilaian positif dari berbagai pihak,” ujar Aris.
Ia menjelaskan, hasil pelaksanaan kegiatan di lapangan nantinya akan dituangkan dalam bentuk laporan untuk disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.
Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah keterbatasan, di antaranya faktor jarak, ketersediaan kendaraan, peralatan pemadam, serta dukungan anggaran. Oleh karena itu, diperlukan dukungan teknologi dan peralatan yang memadai agar kegiatan pencegahan dan penanggulangan Karhutla dapat berjalan secara optimal.
Sementara itu, Camat TPTM M. Zuhri menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama dalam pelaksanaan pemadaman Karhutla. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan ketersediaan peralatan dan perlengkapan pendukung pemadaman.
“Keterbatasan tersebut dapat memengaruhi kesiapsiagaan, kecepatan, serta efektivitas petugas dalam menangani kejadian kebakaran,” ungkapnya.
Selain keterbatasan anggaran, jarak menuju lokasi kejadian juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses penanganan. Lokasi yang cukup jauh dari sumber daya, personel, maupun sarana dan prasarana pemadaman dapat menyebabkan waktu tempuh menjadi lebih lama sehingga berpotensi menghambat respons awal.
Pada kesempatan tersebut, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr(Hanla), memberikan penyuluhan mengenai pentingnya pencegahan Karhutla serta peran seluruh unsur dalam menjaga lingkungan.
Ia menegaskan bahwa TNI terus berkomitmen melindungi masyarakat dan seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keterlibatan TNI dalam penanganan Karhutla merupakan bagian dari tugas pokok TNI melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP), salah satunya membantu mengatasi kesulitan masyarakat yang terdampak bencana.
Menurutnya, Karhutla dapat disebabkan berbagai faktor, antara lain kondisi lahan yang kering dan masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan serta menjaga lingkungan.
Perubahan kondisi cuaca dan lingkungan juga tidak terlepas dari aktivitas manusia, seperti alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian dan aktivitas industri yang dapat memberikan dampak terhadap keseimbangan lingkungan.
“Alam harus kita jaga dan lestarikan, sehingga pada akhirnya alam juga akan memberikan perlindungan dan manfaat bagi kehidupan kita semua,” katanya.
Ia juga menyampaikan sejumlah upaya pemerintah dalam penanggulangan Karhutla, termasuk modifikasi cuaca untuk meningkatkan potensi hujan serta pemetaan wilayah yang memiliki potensi bencana dan rawan Karhutla.
Sinergitas TNI dan Polri juga terus diperkuat melalui patroli di desa-desa untuk mencegah dan mendeteksi sejak dini potensi terjadinya Karhutla. Pemanfaatan teknologi seperti drone dan perangkat pendeteksi panas turut dilakukan untuk membantu memantau wilayah yang sulit dijangkau secara langsung.
Kolonel Mar. M. Asrof meminta para Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar terus aktif melaksanakan pemantauan dan upaya pencegahan. Danramil dan Kapolsek juga diharapkan terus memantau serta melaporkan perkembangan situasi Karhutla berdasarkan laporan personel di lapangan.
Melalui kegiatan tersebut, Tim Mabes TNI menekankan pentingnya sinergitas tiga pilar desa, pemerintah, aparat keamanan, serta masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Patroli, pemantauan wilayah rawan, penyampaian imbauan, serta pelaporan secara cepat terhadap setiap indikasi Karhutla dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat deteksi dini dan mencegah kebakaran meluas.
Pemanfaatan teknologi juga dinilai dapat membantu meningkatkan efektivitas pemantauan. Drone dan alat pendeteksi panas dapat digunakan untuk mengidentifikasi titik panas maupun potensi kebakaran, terutama pada wilayah yang sulit diakses secara langsung.
Selain itu, dukungan terhadap Masyarakat Peduli Api (MPA) juga dinilai perlu ditingkatkan, baik dalam pemenuhan sarana dan prasarana pemadaman maupun perlindungan serta jaminan sosial bagi personel yang terlibat dalam penanganan Karhutla.
Dengan sinergitas dan kesiapsiagaan seluruh unsur yang semakin baik, diharapkan potensi Karhutla di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan dapat diminimalisir. Apabila terjadi kebakaran, penanganan diharapkan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu sehingga dampaknya terhadap masyarakat, lingkungan, dan aktivitas perekonomian dapat ditekan.
Kegiatan penyuluhan dan pencegahan Karhutla oleh Tim Mabes TNI tersebut selesai sekitar pukul 11.50 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif serta memberikan pemahaman kepada seluruh peserta mengenai pentingnya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan Karhutla secara terpadu.(Red)







