BATU BARA — Sergap24,Id –Sudah genap satu minggu sejak Ketua DPRD Kabupaten Batu Bara menyampaikan janji untuk menerima dan mengadakan audensi bersama Kelompok Tani Lubuk Besar terkait sengketa lahan seluas 42 hektar dan masalah tanah ulayat yang berkepanjangan di Desa Lubuk Hulu, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara. Namun hingga hari ini, janji itu Belum Juga Terealisasi
Warga dan anggota kelompok tani yang sejak awal telah menanti jadwal pertemuan tersebut menyampaikan kekecewaan yang mendalam. “Kami datang dengan niat baik, ingin menyampaikan fakta dan harapan kami. Namun janji yang diucapkan seolah hilang begitu saja. Sudah satu minggu, tidak ada panggilan, tidak ada kabar!” — tegas Abdul Rahman, Wakil Kelompok Tani Lubuk Besar, Senin (31/8/2026).
Banyak pihak mulai mempertanyakan, apakah janji itu sekadar kata-kata kosong untuk meredam suara masyarakat? Bahkan muncul pertanyaan tajam yang bergema di seluruh kalangan warga: “Jika Ketua DPRD Batu Bara tidak mau mendengar rakyatnya sendiri, LALU SIAPA SEBENARNYA YANG SEDANG DILINDUNGI?”
Kelompok Tani Lubuk Besar selama ini berjuang mempertahankan hak atas tanah ulayat yang telah mereka garap dan tempati selama puluhan tahun. Berbagai upaya telah dilakukan mulai dari menyerahkan surat permohonan audensi hingga berusaha masuk ke ruang dewan untuk dialog terbuka. Namun jalan yang dihadapi terasa semakin tertutup.
“Kami tidak meminta hal yang tidak wajar. Kami hanya ingin didengarkan, ingin keadilan atas tanah yang menjadi penghidupan keluarga kami. Jika janji satu kali saja tidak ditepati, bagaimana kami bisa percaya pada keputusan-keputusan besar yang menyangkut nasib kami?” Jelasnya Abdul Rahman.
Satu minggu bukan waktu yang lama untuk menepati sebuah janji audensi. Namun ketidakhadiran dan kebisuan justru menimbulkan pertanyaan yang lebih besar: Apakah ada pihak lain yang lebih didengar dan dilindungi dibandingkan warga yang memilih mereka? Warga Lubuk Besar terus menanti — dan seluruh masyarakat Batu Bara kini ikut menanti jawabannya. Ungkap Abdul Rahman. (Tim)







