Batu Bara– PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperkuat penetrasi pasar global dengan memperkenalkan Sertifikasi Low Carbon Aluminium kepada pelanggan dalam ajang Fastmarkets International Aluminium Conference 2026.
Kegiatan yang berlangsung 15–17 September 2026 tersebut menjadi momentum INALUM memperkenalkan produk aluminium dengan jejak karbon lebih rendah kepada pelaku industri, trader, pelanggan, dan mitra strategis dari berbagai negara.
Direktur Pengembangan Usaha dan Komersial INALUM, Arif Haendra, mengatakan sertifikasi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan meningkatkan nilai tambah dan memperluas akses pasar internasional.
“Pasar global semakin memberikan perhatian terhadap produk aluminium dengan jejak karbon yang lebih rendah. INALUM memiliki keunggulan karena proses produksi aluminium kami ditopang oleh energi berbasis tenaga air,” kata Arif dalam keterangan tertulis, Senin (29/9/2026).
Selain memperkenalkan sertifikasi, INALUM juga memperkuat kerja sama dengan sejumlah mitra internasional, di antaranya Mitsubishi RtM Jepang, Hartree, serta MIND ID Trading (MIT) Singapore-Concord Inggris.
Kepala Grup Komersial dan Manajemen Rantai Pasok INALUM, Jevi Amri, mengatakan pengembangan Low Carbon Aluminium diarahkan untuk menjawab perubahan kebutuhan pelanggan dan membuka peluang pasar baru.
Menurut INALUM, penggunaan listrik berbasis tenaga air dalam proses peleburan menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan aluminium dengan jejak karbon lebih rendah. Perusahaan menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing aluminium Indonesia di pasar global yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.
Reporter: AM
Teks foto:
INALUM memperkenalkan Sertifikasi Low Carbon Aluminium dalam ajang Fastmarkets International Aluminium Conference 2026. (Dok. INALUM)






