Batu Bara — Sejumlah guru di UPT SD Negeri 19 Sei Rakyat, Kecamatan Medang Deras, mengeluhkan kualitas buah yang dibagikan dalam program makan bergizi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakam Raya di bawah Yayasan Citra Abdi Negoro, Senin (25/5/2026).
Keluhan tersebut muncul setelah guru menemukan beberapa buah apel yang diduga sudah tidak layak konsumsi saat dibagikan kepada siswa penerima manfaat program.
Menurut keterangan salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya, kondisi serupa disebut bukan kali pertama terjadi. Ia mengaku pihak sekolah pernah menyampaikan keluhan terkait kualitas buah kepada penyelenggara program.
“Buahnya apel, tapi ada yang busuk. Memang pernah diganti, namun buah penggantinya juga kondisinya kurang baik,” ujarnya.
Guru lainnya menyebut persoalan kualitas makanan maupun buah dalam program tersebut dinilai masih berulang dan belum menunjukkan perbaikan berarti.
Temuan itu menimbulkan kekhawatiran di kalangan guru terhadap kesehatan siswa yang menerima makanan bergizi gratis dari program pemerintah tersebut.
Sementara itu, Kepala UPT SD Negeri 19 Sei Rakyat, Bernando, mengaku sejauh ini tidak menerima laporan resmi terkait keluhan tersebut. Ia menyebut seluruh pelaksanaan program masih berjalan baik dan terdokumentasi.
“Semua ada catatannya saya buat. Kalau ada pemeriksaan dari kabupaten bisa saya tunjukkan,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Pakam Raya maupun Yayasan Citra Abdi Negoro belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pembagian buah yang tidak layak konsumsi kepada siswa.
Program SPPG merupakan bagian dari Program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional guna mendukung pemenuhan gizi peserta didik.
Teks foto: Sejumlah apel yang diduga tidak layak konsumsi ditemukan dalam pembagian program makan bergizi di SDN 19 Sei Rakyat, Kecamatan Medang Deras, Senin (25/5/2026).
Reporter: Muhammad Amin








