PEKANBARU //Sergap24.id -Pengerjaan proyek saluran air atau selokan di sepanjang Jalan Paus, Kota Pekanbaru, menuai keluhan dari para pedagang setempat. Selain menyebabkan sepinya pembeli selama proses pengerjaan, para pedagang juga menilai hasil akhir proyek tidak maksimal, khususnya terkait akses jembatan menuju ruko.
Pantauan di lapangan, proyek drainase yang kini hampir rampung tersebut meninggalkan persoalan baru. Jembatan penghubung antara jalan dengan toko atau ruko milik pedagang dinilai tidak dibangun secara merata dan tidak mengakomodir akses untuk setiap toko.
“Selama ada pengerjaan, pembeli sepi karena akses tertutup dan berdebu. Kami memaklumi karena ini pembangunan. Tapi ketika hampir selesai, kami kecewa karena jembatan di depan toko tidak dibuat per toko, malah harus berbagi atau seadanya,” ujar salah seorang pedagang di Jalan Paus, Senin (5/10/2026).
Kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak jangka panjang terhadap kelancaran usaha. Tanpa jembatan yang layak di setiap pintu masuk ruko, aktivitas bongkar muat barang dan akses konsumen menjadi terhambat.
Atas kondisi itu, para pedagang di kawasan Jalan Paus berharap Pemerintah Kota Pekanbaru melalui dinas terkait segera turun tangan dan memberikan solusi konkret.
“Kami berharap Bapak Wali Kota Pekanbaru dapat mencari solusi terbaik. Harapan kami sederhana, dibangunkan jembatan di depan masing-masing toko agar usaha kami bisa normal kembali,” harapnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Pekanbaru belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan pedagang tersebut.
Jurnalis : Agung Putra






