Harga Pertalite Tembus Rp17.000 per Liter di Balai Berkuak, Warga Pertanyakan Pengawasan BBM Subsidi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SERGAP24.COM – SIMPANG HULU, 26 Oktober 2026 – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Balai Berkuak, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, menjadi sorotan masyarakat. Harga eceran Pertalite di sejumlah kios dilaporkan mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per liter. Kondisi ini memicu keresahan dan kekecewaan warga karena dinilai semakin memberatkan kebutuhan ekonomi masyarakat.

Sejumlah warga mengeluhkan sulitnya memperoleh BBM subsidi untuk kebutuhan pribadi. Mereka menilai antrean kendaraan yang diduga telah dimodifikasi untuk mengangkut BBM dalam jumlah tertentu menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait.

Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, jumlah kendaraan roda dua yang diduga telah dimodifikasi untuk mengantre BBM diperkirakan mencapai sekitar 200 unit. Sementara itu, kendaraan roda empat yang diduga mengalami modifikasi serupa disebut berjumlah puluhan unit. Angka tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Warga yang mengantre untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mengaku kerap tidak mendapatkan BBM karena panjangnya antrean dan terbatasnya pasokan.

Dugaan Penampungan BBM Subsidi Jadi Sorotan

Selain persoalan antrean, masyarakat juga menyoroti dugaan adanya pihak-pihak yang menampung BBM subsidi dalam skala besar di wilayah Balai Berkuak. Dugaan tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut oleh aparat penegak hukum untuk memastikan apakah terdapat praktik penimbunan atau penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi.

Dalam sebuah wawancara, seorang pengantri yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku memperoleh keuntungan sekitar Rp2.500 per liter dari BBM subsidi yang diantrekan dan kemudian dijual kepada pihak penampung.

Pengakuan tersebut menjadi salah satu informasi yang perlu didalami melalui penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut. Keterangan dari satu narasumber belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya tindak pidana oleh pihak tertentu.

Warga Meminta Aparat Bertindak Tegas

Masyarakat berharap aparat penegak hukum, khususnya Polsek yang berwenang di wilayah Balai Berkuak dan Kecamatan Simpang Hulu, segera menindaklanjuti keresahan tersebut. Warga meminta agar dugaan penampungan BBM subsidi dalam skala besar diusut secara transparan dan apabila ditemukan pelanggaran hukum, pihak yang terbukti terlibat dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat juga meminta pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi di SPBU diperketat, termasuk pemeriksaan kesesuaian kendaraan, penggunaan QR Code apabila diwajibkan, serta kepatuhan terhadap ketentuan penyaluran BBM subsidi.

Warga menegaskan bahwa BBM subsidi seharusnya dapat diakses oleh masyarakat yang berhak sesuai ketentuan, bukan justru menimbulkan kesulitan bagi pengguna yang membutuhkan bahan bakar untuk aktivitas sehari-hari.

Menanti Langkah Nyata Penegak Hukum

Hingga berita ini disusun, berbagai keluhan masyarakat masih menjadi perhatian warga Balai Berkuak dan sekitarnya. Masyarakat menantikan langkah nyata dari aparat dan instansi terkait untuk menelusuri penyebab tingginya harga eceran, memeriksa dugaan penyimpangan distribusi, serta memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai aturan.

Warga berharap persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut karena berdampak terhadap mobilitas, aktivitas usaha, dan perekonomian masyarakat Kecamatan Simpang Hulu.

Masyarakat juga mengharapkan adanya koordinasi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan pihak terkait dalam melakukan pengawasan serta penertiban apabila ditemukan pelanggaran.

Kini, masyarakat menanti jawaban dan tindakan nyata: bagaimana memastikan BBM subsidi benar-benar disalurkan sesuai peruntukannya, sehingga warga yang membutuhkan tidak terus dirugikan oleh antrean panjang, dugaan penyimpangan distribusi, dan tingginya harga eceran di tingkat kios?

Redaksi

Berita Terkait

Dugaan Permainan Solar Subsidi 8 Ton, Oknum TNI Diduga Kendalikan Aktifitas SPBU 64.783.05
Kapolda Sumsel dan Pertamina EP Teken Kerja Sama Strategis Tata Kelola Sumur Minyak Rakyat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Harga Pertalite Tembus Rp17.000 per Liter di Balai Berkuak, Warga Pertanyakan Pengawasan BBM Subsidi

Rabu, 9 September 2026 - 22:50 WIB

Dugaan Permainan Solar Subsidi 8 Ton, Oknum TNI Diduga Kendalikan Aktifitas SPBU 64.783.05

Senin, 11 Mei 2026 - 18:40 WIB

Kapolda Sumsel dan Pertamina EP Teken Kerja Sama Strategis Tata Kelola Sumur Minyak Rakyat

Berita Terbaru