Paparan Calon Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto: Usung Doktrin Polisi Bersama Masyarakat & Bongkar Budaya No Viral No Justice

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA -Sergap24.id //  // Dokumen pokok-pokok pikiran dan pointer utama *Paparan Calon Kapolri Komjen Pol Drs. Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K.,* beredar dan menjadi perhatian publik. Paparan tersebut memuat visi besar transformasi Polri yang lugas, tajam, dan berorientasi penuh pada masyarakat.

Calon orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu mengusung doktrin utama *”Polisi Bersama Masyarakat”* yang menempatkan rakyat sebagai pusat dari seluruh orientasi, kebijakan, dan pelayanan tugas kepolisian.

*1. DOKTRIN, VISI & KOMPAS MORAL HOEGENG*

Suyudi menegaskan visinya untuk *Mewujudkan Polri yang berintegritas, profesional, humanis, tegas, adaptif, dan berorientasi pada masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.*

Ia menganut prinsip *Continuity with Correction* – melanjutkan dan memperkuat program terdahulu yang terbukti baik seperti Promoter dan Presisi tanpa harus memulai dari nol, sembari mengoreksi hal-hal yang menyimpang.

Yang paling menarik, ia mengadopsi nilai-nilai *Jenderal Hoegeng* [kejujuran, kesederhanaan, integritas, dan keteguhan] sebagai kompas moral dan standar sistem kerja institusi Polri.

*2. JAWAB 9 KEGELISAHAN PUBLIK: HAPUS BUDAYA NO VIRAL NO JUSTICE*

Poin paling berani dari paparan ini adalah komitmen mengubah budaya penanganan perkara agar tidak ada lagi paradigma *”No Viral, No Justice”*.

Sembilan kegelisahan utama publik yang akan dibenahi total:

1. Kepastian penanganan laporan
2. Kesetaraan di hadapan hukum
3. Pemberantasan pungli dan pelayanan transaksional
4. Pencegahan penyalahgunaan kewenangan
5. Pengendalian penggunaan kekuatan berlebihan
6. Mengubah kultur lapor tunggu viral menjadi: *lapor, diverifikasi, ditangani, dan dikabarkan*
7. Kepercayaan terhadap sistem pengaduan
8. Transparansi proses penanganan perkara
9. Kultur pelayanan yang berempati pada korban

*3. 6 PRINSIP & 6 PROGRAM PRIORITAS TRANSFORMASI*

Untuk menjawab itu, Suyudi menetapkan 6 prinsip operasional: *Hadir, Dekat, Cepat, Adil, Terbuka, Adaptif.*

Diterjemahkan dalam 6 Program Prioritas Transformasi:
– *Penguatan Kelembagaan:* Mabes ramping/strategis, Polda proporsional, perkuat Polsek di garis terdepan.
– *Pembinaan SDM & Rekrutmen:* Meritokrasi murni; *hapus sistem titipan, transaksi, atau sponsorship.*
– *Penguatan Pelayanan Publik:* Digitalisasi total untuk tutup ruang pungli.
– *Penguatan Penegakan Hukum:* Kualitas di atas kuantitas, berbasis scientific crime investigation dan digital forensik.
– *Penguatan Pengawasan:* Sistem pengaduan berbasis risiko dan perlindungan penuh bagi pelapor.
– *Akuntabilitas Anggaran:* Penyerapan berorientasi outcome yang dirasakan publik.

*4. SKALA PRIORITAS: JUDOL, NARKOBA, TPPO, PREMANISME*

Sikap dasarnya: Tegas terhadap kejahatan, humanis terhadap masyarakat.

Fokus utama penindakan:
– Judi daring dan penipuan digital
– Narkotika dan jaringan peredarannya
– Tindak Pidana Perdagangan Orang [TPPO]
– Premanisme, pemerasan, kejahatan jalanan, dan debt collector ilegal
– Kejahatan siber, korupsi, penyelundupan, dan pencucian uang [asset recovery][judol]

*5. PROGRAM 100 HARI & 11 QUICK WINS YANG TERUKUR*

Paparan ini merinci tahapan 100 hari yang sangat terukur:
– *Hari 1-30:* Pemetaan baseline masalah, pembersihan tunggakan perkara, dan respons cepat Call Center 110.
– *Hari 31-60:* Pengujian perbaikan operasional di lapangan.
– *Hari 61-100:* Unjuk hasil nyata dan koreksi kekurangan.

Di dalamnya terdapat *11 Quick Wins*, mulai dari mewujudkan ruang publik aman, pemberantasan kawasan narkoba, pembersihan judi online, SPKT ramah korban, transparansi perkara via *SP2HP online*, penguatan Polsek tangguh, hingga penyelarasan operasional dengan *KUHP dan KUHAP Baru*.

*6. KOMITMEN: TIDAK AROGAN, TIDAK BOHONG, TIDAK SAKITI RAKYAT*

Sebagai penutup, Suyudi menekankan keteladanan kepemimpinan *lead by example*. Ia menetapkan pantangan utama anggota: *Tidak arogan, tidak berbohong, tidak menyalahgunakan kewenangan, dan tidak menyakiti masyarakat.*

Target akhirnya adalah membangun kewibawaan Polri yang lahir dari kompetensi dan rasa percaya dari rakyat, bukan karena rasa takut.[trust]

Hingga berita ini diturunkan, Mabes Polri belum memberikan keterangan resmi terkait kebocoran dokumen paparan tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab sesuai UU Pers No.40 Tahun 1999.

Rep_46035

Berita Terkait

Kapolda Riau Komjen Herry Heryawan Dilantik Jadi Kabaharkam Polri
DPP Perkumpulan Wartawan Online Dwipantara Ucapkan Selamat atas Pelantikan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri
Reshuffle Kabinet Merah Putih:Presiden Prabowo Lantik 18 Pejabat, Sejumlah Posisi Strategis Berubah
Teguran Menteri PU untuk Evaluasi Jajaran BBWS Citarum, Dirjen SDA Tegaskan Konteks, Jovandri: Jangan Framing Tanpa Fakta
Prabowo Resmi Lantik Suahasil Nazara Sebagai Menteri Keuangan Yang Baru
Polri dan Basarnas Intensifkan Pencarian KM. Arupadatu 1 Dihari Ketiga
LBH Bintang Sembilan Nusantara Resmi Berdiri di Kabupaten Tanggerang
Polda Metro Jaya Cegah Potensi Gangguan, Puluhan Sajam dan Bahan Molotov Diamankan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Kapolda Riau Komjen Herry Heryawan Dilantik Jadi Kabaharkam Polri

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:21 WIB

DPP Perkumpulan Wartawan Online Dwipantara Ucapkan Selamat atas Pelantikan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Reshuffle Kabinet Merah Putih:Presiden Prabowo Lantik 18 Pejabat, Sejumlah Posisi Strategis Berubah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Paparan Calon Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto: Usung Doktrin Polisi Bersama Masyarakat & Bongkar Budaya No Viral No Justice

Selasa, 29 September 2026 - 10:59 WIB

Teguran Menteri PU untuk Evaluasi Jajaran BBWS Citarum, Dirjen SDA Tegaskan Konteks, Jovandri: Jangan Framing Tanpa Fakta

Berita Terbaru