Kelangkaan BBM di Kalbar Bukti Lemahnya Tata Kelola Distribusi, Jangan Biarkan Rakyat Terus Menjadi Korban

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sergap24.com – Kubu Raya, Kalbar – Bendahara DPC Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Kubu Raya, Abd Aziz, melontarkan kritik keras terhadap persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang masih terjadi di Kabupaten Kubu Raya dan sejumlah daerah di Kalimantan Barat.

 

Menurutnya, antrean panjang kendaraan di SPBU yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir merupakan sinyal serius bahwa sistem distribusi dan pengawasan BBM harus segera dievaluasi secara menyeluruh. Selasa, 28/7/2026.

 

“Rakyat tidak boleh terus dipaksa mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM. Kondisi ini tidak boleh dianggap sebagai hal yang wajar. Negara harus hadir memberikan kepastian, bukan membiarkan masyarakat menanggung dampaknya,” tegas Abd Aziz.

 

Ia menilai, kelangkaan BBM telah memukul aktivitas masyarakat, mulai dari sektor transportasi, perdagangan, pertanian, hingga usaha kecil yang bergantung pada ketersediaan bahan bakar.

 

Abd Aziz mendesak pemerintah, Pertamina, dan seluruh instansi terkait untuk terbuka kepada publik mengenai penyebab kelangkaan tersebut serta langkah konkret yang sedang dilakukan agar persoalan tidak terus berulang.

 

“Jangan hanya memberikan penjelasan tanpa solusi. Masyarakat membutuhkan kepastian kapan distribusi kembali normal. Transparansi dan tindakan nyata jauh lebih penting daripada sekadar pernyataan,” ujarnya.

 

Selain itu, Abd Aziz meminta aparat penegak hukum meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM serta menindak tegas apabila ditemukan adanya penyimpangan, penimbunan, penyalahgunaan, atau pelanggaran hukum lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

 

“Kami mendesak agar pengawasan diperketat dari hulu hingga hilir. Bila ada pihak yang terbukti mengambil keuntungan dengan mengorbankan hak masyarakat, proses hukum harus ditegakkan secara profesional dan tanpa pandang bulu,” katanya.

 

DPC LIN Kabupaten Kubu Raya, lanjut Abd Aziz, akan terus mengawal persoalan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kepentingan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kebutuhan BBM menyangkut hajat hidup orang banyak sehingga penyelesaiannya harus menjadi prioritas.

 

“Jangan biarkan rakyat terus menjadi korban akibat persoalan distribusi yang berulang. Masyarakat berhak memperoleh BBM dengan mudah, aman, dan sesuai ketentuan. Kami akan terus mengawasi serta mendorong semua pihak menjalankan tanggung jawabnya secara maksimal demi kepentingan rakyat Kalimantan Barat,” tutup Abd Aziz.

 

Abd Aziz: Kelangkaan BBM di Kalbar Bukti Lemahnya Tata Kelola Distribusi, Jangan Biarkan Rakyat Terus Menjadi Korban

 

KUBU RAYA, KALBAR – Bendahara DPC Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Kubu Raya, Abd Aziz, melontarkan kritik keras terhadap persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang masih terjadi di Kabupaten Kubu Raya dan sejumlah daerah di Kalimantan Barat.

 

Menurutnya, antrean panjang kendaraan di SPBU yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir merupakan sinyal serius bahwa sistem distribusi dan pengawasan BBM harus segera dievaluasi secara menyeluruh.

 

“Rakyat tidak boleh terus dipaksa mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM. Kondisi ini tidak boleh dianggap sebagai hal yang wajar. Negara harus hadir memberikan kepastian, bukan membiarkan masyarakat menanggung dampaknya,” tegas Abd Aziz.

 

Ia menilai, kelangkaan BBM telah memukul aktivitas masyarakat, mulai dari sektor transportasi, perdagangan, pertanian, hingga usaha kecil yang bergantung pada ketersediaan bahan bakar.

 

Abd Aziz mendesak pemerintah, Pertamina, dan seluruh instansi terkait untuk terbuka kepada publik mengenai penyebab kelangkaan tersebut serta langkah konkret yang sedang dilakukan agar persoalan tidak terus berulang.

 

“Jangan hanya memberikan penjelasan tanpa solusi. Masyarakat membutuhkan kepastian kapan distribusi kembali normal. Transparansi dan tindakan nyata jauh lebih penting daripada sekadar pernyataan,” ujarnya.

 

Selain itu, Abd Aziz meminta aparat penegak hukum meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM serta menindak tegas apabila ditemukan adanya penyimpangan, penimbunan, penyalahgunaan, atau pelanggaran hukum lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

 

“Kami mendesak agar pengawasan diperketat dari hulu hingga hilir. Bila ada pihak yang terbukti mengambil keuntungan dengan mengorbankan hak masyarakat, proses hukum harus ditegakkan secara profesional dan tanpa pandang bulu,” katanya.

 

DPC LIN Kabupaten Kubu Raya, lanjut Abd Aziz, akan terus mengawal persoalan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kepentingan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kebutuhan BBM menyangkut hajat hidup orang banyak sehingga penyelesaiannya harus menjadi prioritas.

 

“Jangan biarkan rakyat terus menjadi korban akibat persoalan distribusi yang berulang. Masyarakat berhak memperoleh BBM dengan mudah, aman, dan sesuai ketentuan. Kami akan terus mengawasi serta mendorong semua pihak menjalankan tanggung jawabnya secara maksimal demi kepentingan rakyat Kalimantan Barat,” tutup Abd Aziz.

 

(Redaksi)

Berita Terkait

Polres Batu Bara Dimintak Profesional Periksa Keabsaan Dokumen Bungsen
Polres Batu Bara Diminta Profesional — Periksa Keabsahan Dokumen klaim Bungsen
Wakil ketua kelompok tani perjuangan Lubuk hulu lakukan silaturahmi kepada ketua DPRD Kabupaten Batu bara
Dua Minggu Surat Audiensi Tak Direspon Ketua Dewan Batu Bara, Warga: Begini Ternyata Bentuk Wakil Rakyat!
Akhirnya… Ditemukan Mayat Anak Yang Hanyut Terbawa Arus Disungai Tanjung Pinggir Kecamatan Martoba
Anak Kecil Hanyut Terbawa Arus Disungai Tanjung Pinggir Kecamatan Martoba
Penyebar Berita Ketua DPD BKPRMI Kota Pematangsiantar, Akan Dilaporkan Ke Aparat Penegak Hukum Kepolisian Republik Indonesia
Meriah Perlombaan 17 Agustus DI Tanah Kelompok Tani Perjuangan Lubuk Hulu, Di Hadiri Ratusan Masyarakat
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Polres Batu Bara Dimintak Profesional Periksa Keabsaan Dokumen Bungsen

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Polres Batu Bara Diminta Profesional — Periksa Keabsahan Dokumen klaim Bungsen

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Wakil ketua kelompok tani perjuangan Lubuk hulu lakukan silaturahmi kepada ketua DPRD Kabupaten Batu bara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:03 WIB

Dua Minggu Surat Audiensi Tak Direspon Ketua Dewan Batu Bara, Warga: Begini Ternyata Bentuk Wakil Rakyat!

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Akhirnya… Ditemukan Mayat Anak Yang Hanyut Terbawa Arus Disungai Tanjung Pinggir Kecamatan Martoba

Berita Terbaru