Sergap24.com – Pontianak, Kalbar – Ketua Satgas DPP Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat, Fery Setiawan, melontarkan kritik keras atas kembali terjadinya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di berbagai wilayah Kalimantan Barat. Menurutnya, persoalan yang terus berulang ini tidak bisa lagi dianggap sebagai kendala teknis semata, melainkan harus diusut secara serius hingga ke akar persoalan. Selasa, 28/7/2026.
“Rakyat dipaksa mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM, sementara aktivitas ekonomi terganggu. Kondisi seperti ini tidak boleh terus dibiarkan. Negara harus hadir dengan tindakan nyata, bukan sekadar penjelasan,” tegas Fery.
Fery mendesak Pertamina, BPH Migas, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM di Kalimantan Barat. Ia juga meminta setiap dugaan penyimpangan distribusi diusut secara transparan dan ditindak sesuai hukum apabila ditemukan pelanggaran.
“Kalau memang ada pihak yang bermain dalam distribusi BBM hingga menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh haknya, aparat harus bertindak tegas. Jangan beri ruang bagi siapa pun yang merugikan rakyat,” ujarnya.
Menurut Fery, kelangkaan BBM telah berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari sopir angkutan, nelayan, petani, pelaku UMKM, hingga masyarakat di daerah terpencil yang sangat bergantung pada pasokan BBM.
DPP BPM Kalimantan Barat menegaskan akan terus mengawal persoalan ini dan meminta pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret agar distribusi BBM kembali normal.
“Kesabaran masyarakat ada batasnya. Rakyat membutuhkan kepastian, bukan alasan yang terus berulang. Kalimantan Barat tidak boleh terus menjadi langganan krisis BBM. Sudah saatnya persoalan ini diselesaikan secara tuntas demi kepentingan masyarakat,” tutup Fery Setiawan.
(Redaksi)








