Diduga Mafia BBM Subsidi Bermain di Sungai Besar, Warga Tantang Kapolres, Pertamina dan BPH Migas Bertindak Tegas

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SERGAP24.COM – KAPUAS HULU, KALBAR -Dugaan praktik mafia BBM subsidi di APMS nomor 66.06.23 wilayah Sungai Besar, Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, semakin menjadi sorotan publik. Aktivitas distribusi BBM yang diduga berlangsung secara tertutup pada malam hari memicu kemarahan warga karena dinilai merampas hak masyarakat kecil demi keuntungan kelompok tertentu. Minggu. 10/5/2026.

Masyarakat menduga terjadi permainan distribusi BBM subsidi jenis tertentu yang seharusnya diperuntukkan bagi rakyat kecil, namun diduga dialihkan dan dijual kembali dengan harga tinggi kepada pihak tertentu.

Dugaan itu mencuat setelah warga melihat aktivitas pengisian BBM pada malam hari dengan kondisi lampu APMS sengaja dimatikan seolah operasional telah tutup.

Warga juga menyebut adanya dugaan penjualan BBM hingga mencapai Rp4 juta per drum. Jika benar terjadi, praktik tersebut dinilai sebagai bentuk penyalahgunaan subsidi negara yang sangat merugikan masyarakat.

Dugaan praktik tersebut disebut terjadi di APMS nomor 66.06.23 yang berada di wilayah Sungai Besar, Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Menurut informasi yang beredar di masyarakat, aktivitas distribusi BBM subsidi secara tertutup itu diduga berlangsung pada malam hingga dini hari. Modus yang disebut-sebut digunakan yakni mematikan lampu lokasi agar aktivitas tidak mudah diketahui warga maupun pengawasan pihak tertentu.

Sorotan masyarakat kini mengarah kepada pengelola APMS, aparat pengawas distribusi BBM, Pertamina, hingga aparat penegak hukum di wilayah Kapuas Hulu. Warga mempertanyakan mengapa dugaan praktik yang disebut-sebut sudah lama berlangsung itu terkesan belum tersentuh penindakan serius.

Selain itu, beredar pula dugaan adanya pihak-pihak berpengaruh yang disebut berada di belakang pengawasan APMS tersebut. Isu yang berkembang di tengah masyarakat bahkan menyeret dugaan keterlibatan oknum yang memiliki kedekatan dengan lingkaran pejabat daerah. Dugaan itu membuat publik semakin curiga bahwa praktik distribusi BBM subsidi di lokasi tersebut tidak berjalan sesuai aturan.

Masyarakat menilai praktik dugaan mafia BBM subsidi sangat melukai rasa keadilan. Di saat warga kecil harus antre panjang untuk mendapatkan BBM subsidi, justru muncul dugaan adanya distribusi tertutup kepada pihak tertentu demi keuntungan besar.

Warga juga mempertanyakan lemahnya pengawasan dari Pertamina dan BPH Migas. Menurut mereka, praktik seperti ini tidak mungkin berlangsung lama tanpa adanya kelalaian pengawasan atau dugaan pembiaran.

“Kalau benar sudah lama terjadi, Jangan sampai masyarakat menilai hukum hanya berani kepada rakyat kecil, tetapi diam terhadap dugaan permainan besar,” tegas salah seorang warga kepada awak media.

Masyarakat mendesak Kapolres Kapuas Hulu segera membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan terbuka terhadap dugaan permainan BBM subsidi tersebut. Warga meminta aparat memeriksa seluruh aktivitas distribusi APMS nomor 66.06.23, termasuk stok BBM, distribusi malam hari, hingga dugaan aliran BBM kepada pihak tertentu.

Warga juga meminta Pertamina dan BPH Migas turun langsung melakukan audit menyeluruh. Bila ditemukan adanya pelanggaran, masyarakat mendesak agar izin operasional dicabut dan seluruh pihak yang terlibat diproses hukum tanpa pandang bulu.

“Jangan tunggu kepercayaan masyarakat hancur. Kalau memang bersih, buka semuanya secara transparan kepada publik,” ujar warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Kapolres Kapuas Hulu, pihak APMS nomor 66.06.23, Pertamina maupun BPH Migas terkait dugaan tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh informasi yang berimbang.

(Redaksi)

Berita Terkait

Polres Batu Bara Dimintak Profesional Periksa Keabsaan Dokumen Bungsen
Polres Batu Bara Diminta Profesional — Periksa Keabsahan Dokumen klaim Bungsen
Wakil ketua kelompok tani perjuangan Lubuk hulu lakukan silaturahmi kepada ketua DPRD Kabupaten Batu bara
Dua Minggu Surat Audiensi Tak Direspon Ketua Dewan Batu Bara, Warga: Begini Ternyata Bentuk Wakil Rakyat!
Akhirnya… Ditemukan Mayat Anak Yang Hanyut Terbawa Arus Disungai Tanjung Pinggir Kecamatan Martoba
Anak Kecil Hanyut Terbawa Arus Disungai Tanjung Pinggir Kecamatan Martoba
Penyebar Berita Ketua DPD BKPRMI Kota Pematangsiantar, Akan Dilaporkan Ke Aparat Penegak Hukum Kepolisian Republik Indonesia
Meriah Perlombaan 17 Agustus DI Tanah Kelompok Tani Perjuangan Lubuk Hulu, Di Hadiri Ratusan Masyarakat
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Polres Batu Bara Dimintak Profesional Periksa Keabsaan Dokumen Bungsen

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Polres Batu Bara Diminta Profesional — Periksa Keabsahan Dokumen klaim Bungsen

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Wakil ketua kelompok tani perjuangan Lubuk hulu lakukan silaturahmi kepada ketua DPRD Kabupaten Batu bara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:03 WIB

Dua Minggu Surat Audiensi Tak Direspon Ketua Dewan Batu Bara, Warga: Begini Ternyata Bentuk Wakil Rakyat!

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Akhirnya… Ditemukan Mayat Anak Yang Hanyut Terbawa Arus Disungai Tanjung Pinggir Kecamatan Martoba

Berita Terbaru