BPM KALBAR DESAK PEMERINTAH TANGANI DARURAT ASAP DAN KRISIS AIR BERSIH

Minggu, 13 September 2026 - 20:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SERGAP24.COM – PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT – Di tengah situasi mendesak yang melanda Kota Pontianak dan sekitarnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat mengambil sikap tegas. Ketua DPP BPM, Gusty Edi, mendesak Pemerintah Daerah dan seluruh pihak terkait untuk segera mengambil langkah nyata mengatasi darurat asap yang kian mengkhawatirkan serta krisis air bersih yang melanda warga.

‎

‎​Melalui rilis pers resmi yang disebarkan dalam bentuk materi publikasi digital, Gusty Edi menyampaikan kerisauan mendalam atas kondisi masyarakat. “Pemerintah diharapkan bisa mengambil langkah yang tepat untuk mengatasi masalah krusial ini di Pontianak,” tegas Gusty Edi.

‎

‎​Sikap BPM Kalimantan Barat ini merupakan respons atas penetapan status “Darurat Karhutla 2026” dan kondisi di lapangan yang menunjukkan “Darurat Asap” dan “Krisis Air Bersih Melanda” warga. Sebagai organisasi kepemudaan yang berkomitmen pada kesejahteraan rakyat, BPM Kalimantan Barat mengusung misi untuk:

‎​”Kawal Solusi, Selamatkan Rakyat, Lindungi Masa Depan.”

‎​Secara spesifik, BPM DPP merumuskan tiga tuntutan utama yang ditujukan kepada Pemerintah Daerah, yang dirangkum sebagai berikut:

‎

‎

‎1. ​Segera Sediakan Distribusi Air Bersih Gratis: Mengingat air adalah kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda, pemerintah harus segera

‎mengaktifkan pendistribusian air bersih gratis kepada warga yang

‎terdampak, sebagai langkah tanggap

‎darurat yang mendesak.

‎

‎

‎2. ​Tingkatkan Kesiapsiagaan Posko

‎Kesehatan Haze (Asap): Kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas

‎utama. BPM mendesak peningkatan fasilitas, tenaga medis, dan

‎ketersediaan obat-obatan di posko-posko kesehatan haze untuk menangani keluhan penyakit terkait

‎pernapasan.

‎

‎

‎3. ​Audit Seluruh Izin Lahan Bermasalah:

‎Sebagai langkah korektif dan ‎pencegahan jangka panjang, BPM ‎mendesak adanya transparansi dan

‎audit menyeluruh terhadap seluruh ‎izin penggunaan lahan, terutama yang terindikasi menjadi penyebab karhutla berulang.

‎

 

Jangan lupa guna kan Masker,,pontianak- kalimanatan barat sudah termasuk Bencana luar biasa kabut Asap,kalau sampai terus menerus seperti ini Masyarakat akan jatuh Sakit,anak-anak terdampak penyakit Ispa dan termasuk orang dewasa,penanggulangan Benacana saya kiamat semakin hari bukan semakin membaik tapi malam makin tebal Kabut Asap di pontianak kalimantan barat,dan pemerintah Pusat dan Pemerintah daerah belum maksimal hingga sampai hari ini Bandara internasional Supadio Bisa lumpuh total akibat Bencana Kabut Asap tersebut

Berapa kerugian diakibatkan kan Bakar Lahan dan kabut asap apakah Masyarakat kalbar harus menghirup Udara yang tidak sehat ini,,Belum ada Solusi yang Maksimal oleh pemerintah Pusat mau pun pemerintah daerah di akibat kan Kebakaran Lahan dan kabut asap tersebut

‎

‎​Lebih lanjut, dalam tuntutan yang lebih luas, BPM DPP juga secara tegas menyuarakan permohonan agar:

‎​”BPM Kalbar Desak Audit Anggaran Karhutla 2026″

‎

‎​Gusty Edi menegaskan bahwa akuntabilitas penggunaan anggaran untuk penanggulangan karhutla harus diperjelas demi memastikan dana rakyat digunakan secara efektif dan tepat sasaran. “Pemerintah harus hadir, tepat sasaran, dan bekerja untuk rakyat, bukan hanya untuk kepentingan sepihak di masa sulit ini,” tandasnya.

‎​Sebagai penutup, BPM Kalimantan Barat juga mengingatkan semua pihak, termasuk masyarakat, untuk “Jaga Hutan, Selamatkan Kehidupan Pontianak”.

‎

‎​Masyarakat juga diharapkan aktif mendukung gerakan ini dengan menggunakan tagar resmi di media sosial :

#BPMkawalhutan

#Auditkarhutla2026

Berita Terkait

Rakor Karhutla Bersama Forkopimda, Kapolda Sumsel Perkuat Kesiapsiagaan dan Mitigasi Dini
Demam Bougenville di Rohil
PWI Sumut Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Perlindungan Wartawan Diperkuat
‎PANEN PERDANA PLASMA DI LUAR HGU, PEMKAB SINTANG DAN MANAJEMEN PT SNIP MANGKIR WARGA 3 DESA NEGARA KEMANA?
Propam Polda Kalbar Diminta Usut Tuntas Dugaan Setoran PETI Rp250 Ribu ke Oknum Polsek Semitau
5 Sub-Penyalur BBM Mati Genap Setahun, LIN Tagih Bupati Kubu Raya Jangan Hanya Berani Bersuara Soal SPBUN!
Lima Sub-Penyalur BBM Terhenti Genap Setahun, Bupati Kubu Raya Didesak Tak Sekadar Omon-omon!
Ketua Satgas BPM Kubu Raya Siap Kawal Ustadz Abd Somad Di Kabupaten Sanggau
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Rakor Karhutla Bersama Forkopimda, Kapolda Sumsel Perkuat Kesiapsiagaan dan Mitigasi Dini

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Demam Bougenville di Rohil

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:01 WIB

PWI Sumut Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Perlindungan Wartawan Diperkuat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:12 WIB

‎PANEN PERDANA PLASMA DI LUAR HGU, PEMKAB SINTANG DAN MANAJEMEN PT SNIP MANGKIR WARGA 3 DESA NEGARA KEMANA?

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:18 WIB

Propam Polda Kalbar Diminta Usut Tuntas Dugaan Setoran PETI Rp250 Ribu ke Oknum Polsek Semitau

Berita Terbaru

Pemantang Siantar

KRYD Polres Pematangsiantar untuk ciptakan Situasi yang Aman dan Kondusif

Senin, 26 Okt 2026 - 15:57 WIB

Pemantang Siantar

Kapolres Pematangsiantar Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Toba 2026

Senin, 26 Okt 2026 - 15:52 WIB