Diduga Intimidasi Jurnalis Saat Dikonfirmasi Soal PETI, Publik Minta APH Usut Tuntas Aktivitas Tambang di Desa Perigi

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Sergap24.com – Kapuas Hulu, Kalimantan Barat – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Perigi, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, kembali menjadi perhatian publik. Selain dugaan aktivitas tambang ilegal yang terus berlangsung, kini muncul persoalan baru berupa dugaan intimidasi terhadap jurnalis saat melakukan konfirmasi terkait aktivitas tersebut. Minggu, 31/5/2026.

 

Seorang pria yang dikenal dengan panggilan “Etong”, yang sebelumnya disebut-sebut masyarakat berkaitan dengan aktivitas PETI di wilayah tersebut, diduga mengeluarkan pernyataan bernada ancaman saat dihubungi untuk dimintai konfirmasi mengenai kepemilikan alat dan aktivitas tambang yang beroperasi di lokasi.

 

Berdasarkan keterangan jurnalis yang melakukan konfirmasi, terdapat rekaman percakapan yang memuat pernyataan antara lain, “Kau akan ku cari sampai ketemu. Lihat saja nanti siapa tim kita.” Dalam percakapan tersebut juga disebutkan kalimat yang merujuk pada Kompi 642, namun maksud dari penyebutan tersebut belum diketahui secara pasti dan memerlukan klarifikasi dari pihak yang bersangkutan.

 

Selain itu, dalam percakapan yang sama juga diduga terdapat ucapan yang dianggap merendahkan profesi jurnalis. Pernyataan tersebut memicu reaksi dari sejumlah kalangan karena dinilai tidak sejalan dengan prinsip kebebasan pers yang dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

 

Jurnalis yang melakukan konfirmasi menyatakan bahwa komunikasi tersebut dilakukan semata-mata untuk meminta klarifikasi dan menerapkan prinsip keberimbangan sebelum pemberitaan diterbitkan. Namun, respons yang diterima justru menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran mengenai kebebasan kerja jurnalistik di lapangan.

 

Dalam percakapan tersebut, pihak yang dikonfirmasi juga disebut mengakui memiliki alat yang beroperasi di lokasi tambang dan menyampaikan klaim bahwa informasi mengenai rencana operasi atau razia terkadang telah diketahui lebih dahulu oleh pihak pengelola di lapangan. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut oleh aparat berwenang.

 

Masyarakat kini mendesak Kapolres Kapuas Hulu, Kapolsek setempat, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kapuas Hulu agar tidak tinggal diam terhadap berbagai informasi yang berkembang. Warga meminta dilakukan pengecekan lapangan secara menyeluruh serta penelusuran terhadap seluruh dugaan yang muncul, termasuk dugaan aktivitas PETI dan dugaan intimidasi terhadap jurnalis.

 

“Jika memang ada aktivitas yang merusak lingkungan dan melanggar hukum, maka harus ditindak sesuai aturan. Jika ada dugaan ancaman terhadap jurnalis, itu juga harus mendapat perhatian serius,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.

 

Publik berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional, transparan, dan independen guna memastikan seluruh informasi yang berkembang dapat diuji berdasarkan fakta dan bukti yang sah.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Kapuas Hulu, KPH, maupun DLH terkait berbagai informasi dan dugaan yang berkembang di tengah masyarakat tersebut.

 

Catatan Redaksi: Pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan narasumber dan hasil konfirmasi yang masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak yang disebut maupun instansi terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalistik.

(Tim Investigasi)

Berita Terkait

Polres Batu Bara Dimintak Profesional Periksa Keabsaan Dokumen Bungsen
Polres Batu Bara Diminta Profesional — Periksa Keabsahan Dokumen klaim Bungsen
Wakil ketua kelompok tani perjuangan Lubuk hulu lakukan silaturahmi kepada ketua DPRD Kabupaten Batu bara
Dua Minggu Surat Audiensi Tak Direspon Ketua Dewan Batu Bara, Warga: Begini Ternyata Bentuk Wakil Rakyat!
Akhirnya… Ditemukan Mayat Anak Yang Hanyut Terbawa Arus Disungai Tanjung Pinggir Kecamatan Martoba
Anak Kecil Hanyut Terbawa Arus Disungai Tanjung Pinggir Kecamatan Martoba
Penyebar Berita Ketua DPD BKPRMI Kota Pematangsiantar, Akan Dilaporkan Ke Aparat Penegak Hukum Kepolisian Republik Indonesia
Meriah Perlombaan 17 Agustus DI Tanah Kelompok Tani Perjuangan Lubuk Hulu, Di Hadiri Ratusan Masyarakat
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Polres Batu Bara Dimintak Profesional Periksa Keabsaan Dokumen Bungsen

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Polres Batu Bara Diminta Profesional — Periksa Keabsahan Dokumen klaim Bungsen

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Wakil ketua kelompok tani perjuangan Lubuk hulu lakukan silaturahmi kepada ketua DPRD Kabupaten Batu bara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:03 WIB

Dua Minggu Surat Audiensi Tak Direspon Ketua Dewan Batu Bara, Warga: Begini Ternyata Bentuk Wakil Rakyat!

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Akhirnya… Ditemukan Mayat Anak Yang Hanyut Terbawa Arus Disungai Tanjung Pinggir Kecamatan Martoba

Berita Terbaru