Sergap24.com – Sekadau, Kalimantan Barat – Rusaknya infrastruktur jalan di Dusun Brona, Kabupaten Sekadau, yang selama bertahun-tahun dinilai tidak tersentuh pembangunan pemerintah, akhirnya mendorong masyarakat mengambil inisiatif sendiri. Dengan semangat gotong royong dan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada, warga secara swadaya membangun akses jalan demi kepentingan bersama. Sabtu, 27/6/2026.
Ketua DPW Satria Borneo Raya Provinsi Kalimantan Barat, Antonius Anton, menyampaikan apresiasi atas langkah yang dilakukan masyarakat Dusun Brona. Menurutnya, tindakan tersebut lahir dari kebutuhan mendesak akibat minimnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur dasar di wilayah tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif masyarakat Dusun Brona yang bergotong royong membangun jalan demi kepentingan bersama. Ketika pemerintah beralasan tidak memiliki anggaran, masyarakat justru menunjukkan kepedulian dan keberanian untuk mencari solusi sendiri. Upaya seperti ini patut mendapat dukungan karena manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat,” tegas Anton, Jumat (26/6/2026).
Anton menilai pembangunan infrastruktur merupakan kebutuhan mendasar yang tidak seharusnya diabaikan. Menurutnya, pemerintah daerah dan DPRD seharusnya menjadikan kondisi tersebut sebagai bahan evaluasi, bukan justru mempersoalkan inisiatif masyarakat yang berjuang memenuhi kebutuhan dasarnya.
“Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 menegaskan bahwa kekayaan alam dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Yang seharusnya dipertanyakan adalah mengapa masih ada masyarakat yang terpaksa membangun jalannya sendiri karena tidak mendapatkan perhatian pemerintah. Jangan hanya hadir saat kampanye dengan janji pembangunan, tetapi setelah memperoleh jabatan, kebutuhan masyarakat justru diabaikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Anton menegaskan bahwa jalan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Infrastruktur yang layak akan memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, mempermudah akses pendidikan, serta mempercepat penanganan warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Infrastruktur jalan bukan sekadar proyek fisik, tetapi menyangkut hajat hidup orang banyak. Jalan yang baik menggerakkan roda ekonomi dan menyelamatkan nyawa ketika masyarakat membutuhkan akses cepat menuju fasilitas kesehatan. Karena itu, kepentingan masyarakat luas harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan,” katanya.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Dusun Brona, Joko, mengatakan pembangunan jalan tersebut murni berasal dari dana swadaya dan hasil kesepakatan bersama seluruh warga.
“Kami bergotong royong karena ingin memiliki akses jalan yang lebih baik untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Jalan ini merupakan impian masyarakat selama bertahun-tahun. Dengan jalan yang baik, kami tidak lagi kesulitan mengangkut hasil pertanian maupun membawa warga yang sakit untuk mendapatkan pengobatan,” ujar Joko.
Ia mengungkapkan, meskipun wilayah Dusun Brona berada tidak jauh dari pusat pemerintahan, pembangunan infrastruktur jalan selama ini belum pernah benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kampung kami dekat dengan pusat pemerintahan, tetapi jalan kami tetap rusak dan belum mendapat perhatian serius. Karena itu, ketika masyarakat berinisiatif memanfaatkan potensi yang ada demi membangun kepentingan bersama, jangan serta-merta dihakimi. Kami hanya ingin menikmati akses jalan yang layak sebagaimana masyarakat di daerah lain,” pungkasnya.
Pembangunan jalan secara swadaya di Dusun Brona menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih hidup di tengah masyarakat. Di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi cerminan bahwa masih terdapat wilayah yang membutuhkan perhatian lebih serius dari pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan keadilan infrastruktur bagi seluruh masyarakat.
(Redaksi)








