BATU BARA — Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP YAPI Sipare Pare, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, mendapat sorotan masyarakat. Aparat Penegak Hukum (APH) diminta melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan proyek yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut.
“Pemerintah telah menggelontorkan anggaran banyak. Jangan sampai bangunan yang dikerjakan tidak sesuai. Saya minta APH menyelidiki proyek program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan,” ujar sumber masyarakat, Rabu (12/8/2026).
Proyek tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Direktorat Sekolah Menengah Pertama.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kegiatan dilaksanakan oleh P2SP dengan nilai anggaran Rp1.067.926.000 dan masa pelaksanaan selama 100 hari kalender.
Kepala tukang bernama Alpen, yang mengaku warga Desa Pakam, Kecamatan Medang Deras, mengatakan pekerjaan dilakukan dengan sistem borongan. Untuk pengerjaan satu ruangan, dirinya mengaku menerima upah sekitar Rp90 juta.
“Ini borongan hidup. Kalau borongan mati kita yang menanggung risiko. Kusen memakai kayu mahoni ukuran 25,” ujarnya.
Menurut Alpen, sebagian kayu kusen yang digunakan memiliki mata kayu. Ia menyebut kondisi tersebut merupakan hal yang sulit dihindari karena menurutnya sulit memperoleh kayu tanpa mata di panglong.
Pantauan di lokasi juga menunjukkan terdapat sejumlah kayu kusen yang terlihat memiliki mata kayu dan beberapa bagian tampak pecah.
Kondisi tersebut mendapat perhatian masyarakat yang meminta pihak terkait memastikan material yang digunakan memenuhi spesifikasi teknis sebagaimana dokumen pekerjaan.
Muncul Dugaan Permintaan Persentase Anggaran
Selain persoalan material, muncul pula informasi mengenai dugaan permintaan persentase anggaran kepada panitia pembangunan sekolah.
Salah seorang sumber menyebut adanya permintaan hingga 30 persen. Namun, informasi tersebut masih berupa keterangan sumber dan belum terverifikasi secara independen.
“Ada dua sekolah yang mendapatkan program revitalisasi, SMP Negeri 3 Medang Deras dan MTs YAPI Air Putih. Katanya orang suruhan dinas terkait melalui orang suruhan A.K., warga Batu Bara. Ada permintaan sebesar 30 persen,” ujar sumber.
Atas informasi tersebut, perlu dilakukan klarifikasi kepada pihak-pihak yang disebut agar tidak terjadi kesimpulan sepihak dan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara Yasser Abdillah belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui panggilan WhatsApp tidak mendapat jawaban, sedangkan pesan singkat yang dikirimkan hingga berita ini disusun belum dibalas.
Sebelumnya, proyek tersebut juga sempat mendapat sorotan terkait dugaan keterlibatan pekerja di bawah umur. Informasi tersebut juga masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Masyarakat berharap proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut dikerjakan secara transparan, sesuai spesifikasi, memenuhi standar keselamatan kerja dan dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat juga meminta APH maupun instansi pengawas terkait turun melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi pelanggaran dalam pelaksanaan proyek.
Reporter: AM
Teks foto:
Pekerjaan proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP YAPI Sipare Pare, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, yang mendapat sorotan masyarakat.








