Proyek Jalan Pangkalan Dodek–Nenassiam Rp30 Miliar Mulai Dikerjakan, Warga Minta Kualitas dan Drainase Diperhatikan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

BATU BARA — Proyek pembangunan jalan yang menghubungkan Kelurahan Pangkalan Dodek hingga Desa Nenassiam, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, mulai dikerjakan. Proyek yang disebut menelan anggaran sekitar Rp30 miliar dari APBD Provinsi Sumatera Utara itu telah lama dinantikan masyarakat.

Pantauan wartawan, Minggu (9/8/2026), pekerjaan di lapangan mulai terlihat, di antaranya pemerataan badan jalan dan pembangunan drainase.

Masyarakat menyambut baik pembangunan tersebut. Pasalnya, kondisi jalan selama beberapa tahun terakhir dinilai menyulitkan aktivitas warga karena terdapat banyak lubang, berdebu saat musim kemarau dan rawan tergenang ketika musim penghujan.

Namun, di balik harapan tersebut, warga meminta kualitas pekerjaan menjadi perhatian utama. Mereka berharap jalan yang dibangun mampu bertahan lama dan sistem drainase benar-benar disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta permukiman warga.

“Drainase ini dibuat untuk mengalirkan air, termasuk jika nanti ada kiriman air dari Simalungun. Kalau drainase dikerjakan asal-asalan, kami khawatir tidak akan bertahan lama. Ketinggian drainase juga harus sesuai dengan kondisi permukiman. Kalau tidak, warga bisa kebanjiran dan jalan yang dibangun juga tidak akan bertahan lama karena tergerus limpasan air,” ujar seorang warga.

Papan Informasi Proyek Tak Terlihat di Lokasi

Selain kualitas pekerjaan, keterbukaan informasi proyek juga menjadi perhatian. Saat wartawan melakukan pemantauan di lokasi pengerjaan Desa Nenassiam, Sabtu (8/8/2026), papan informasi proyek tidak terlihat di titik tersebut.

Seorang pekerja mengatakan papan informasi proyek berada di Kelurahan Pangkalan Dodek.

“Plang proyek di Kelurahan Pangkalan Dodek,” katanya.

Padahal, informasi mengenai sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana pekerjaan, waktu pelaksanaan dan pengawasan proyek penting diketahui masyarakat sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran publik.

Pekerja Mengaku Gunakan Air Parit

Dalam proses pembuatan drainase, seorang pekerja mengaku menggunakan air parit yang berada di sekitar lokasi pekerjaan karena tidak tersedia air bersih.

“Kami gunakan air parit karena tidak ada air bersih, tapi airnya tawar dan bersih,” ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai penggunaan material, pekerja juga menyebutkan bahwa pekerjaan drainase tersebut tidak menggunakan cerocok maupun batu kerikil.

“Enggak pakai cerocok, Bang, dan enggak pakai kerikil,” ujarnya.

Dari pantauan wartawan di lokasi, terlihat proses pencampuran pasir dan semen untuk pekerjaan drainase menggunakan air dari parit sekitar proyek.

Secara visual, campuran material yang digunakan terlihat perlu dipastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen kontrak. Hal tersebut tentunya membutuhkan penjelasan dari pihak teknis maupun pelaksana proyek agar tidak menimbulkan asumsi di tengah masyarakat.

Keselamatan Pekerja Juga Disorot

Selain pekerjaan drainase, aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian. Sejumlah pekerja yang berada di lokasi terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD).

Masyarakat berharap pelaksana proyek memperhatikan keselamatan para pekerja serta memastikan seluruh tahapan pembangunan dilaksanakan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.

Warga juga meminta pemerintah dan pihak pengawas melakukan pengawasan secara berkala, terutama terhadap kualitas material, konstruksi drainase, elevasi jalan, serta dampak pembangunan terhadap permukiman di sepanjang jalur tersebut.

Sebab, proyek tersebut menggunakan anggaran pemerintah yang disebut mencapai sekitar Rp30 miliar sehingga masyarakat berhak mendapatkan informasi dan memastikan pembangunan memberikan manfaat maksimal.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek dan instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai nilai kontrak, perusahaan pelaksana, spesifikasi teknis pekerjaan, penggunaan air parit, penggunaan material maupun persoalan APD pekerja.

Konfirmasi dari pihak terkait tetap terbuka untuk melengkapi informasi dan menjaga keberimbangan pemberitaan.

Reporter: AM

Teks foto: Pekerja lakukan pembangunan drainase pada proyek jalan Pangkalan Dodek–Nenassiam, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sabtu (8/8/2026).

Berita Terkait

Kabar Terbaru Kayla: Operasi Berjalan Lancar, Bocah 6 Tahun Masih Jalani Perawatan di ICU
Usai Operasi, Kayla Jalani Perawatan Intensif di ICU RS Bidadari
Peduli Kondisi Kayla, Kapolsek Medang Deras Kembali Jenguk di Rumah Sakit
Peduli Kayla, Kapolres Batu Bara Turun Langsung Pastikan Pengobatan Berjalan
Tekan Kejahatan 3C, Polres Batu Bara Ungkap 10 Kasus dan Amankan 17 Tersangka
Kapolres Batu Bara Gerak Cepat Bantu Pengobatan Kayla, Bocah 6 Tahun Luka Bakar
Derita Kayla, Bocah 6 Tahun Korban Luka Bakar Parah Butuh Uluran Tangan
Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru SMK Negeri 1 Medang Deras Disorot, Penggunaan Air Parit Dipertanyakan
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:39 WIB

Kabar Terbaru Kayla: Operasi Berjalan Lancar, Bocah 6 Tahun Masih Jalani Perawatan di ICU

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:22 WIB

Usai Operasi, Kayla Jalani Perawatan Intensif di ICU RS Bidadari

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Peduli Kayla, Kapolres Batu Bara Turun Langsung Pastikan Pengobatan Berjalan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:45 WIB

Tekan Kejahatan 3C, Polres Batu Bara Ungkap 10 Kasus dan Amankan 17 Tersangka

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Kapolres Batu Bara Gerak Cepat Bantu Pengobatan Kayla, Bocah 6 Tahun Luka Bakar

Berita Terbaru