BATU BARA — Ketua Pengurus Daerah (PD) Al Washliyah Batu Bara, H. Al Asari, menyampaikan kecaman terhadap dugaan challenge hafalan Surat Ad-Dhuha yang dalam video yang beredar di media sosial disebut dikaitkan dengan pemberian minuman keras pada rangkaian acara The Sound Project.
H. Al Asari meminta pihak berwenang memastikan kebenaran dan konteks kejadian tersebut sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Menurutnya, apabila dugaan tersebut terbukti, tindakan menjadikan hafalan ayat Al-Qur’an sebagai bagian dari tantangan dengan hadiah minuman keras dinilai tidak semestinya dilakukan.
“Al-Qur’an adalah Kalamullah yang wajib dimuliakan. Jangan menjadikan ayat-ayat suci sebagai bahan permainan, sensasi, maupun hiburan yang dikaitkan dengan sesuatu yang bertentangan dengan nilai agama,” ujar H. Al Asari.
Ia meminta aparat penegak hukum melakukan penelusuran secara menyeluruh terhadap video yang beredar, termasuk meminta keterangan dari penyelenggara, event organizer (EO), pengisi acara, pembawa acara, serta pihak lain yang berkaitan apabila memang terdapat keterlibatan mereka.
“Jika hasil penyelidikan menemukan adanya pelanggaran hukum, kami berharap seluruh pihak yang terbukti bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” katanya.
Menurut H. Al Asari, kebebasan berekspresi dalam kegiatan hiburan tetap harus memperhatikan norma agama, budaya, dan ketertiban masyarakat. Ia mengingatkan agar pertimbangan popularitas dan kepentingan komersial tidak mengesampingkan penghormatan terhadap kitab suci.
“Jangan sampai demi viral atau keuntungan komersial, kesucian Al-Qur’an justru dijadikan bagian dari sebuah pertunjukan,” ujarnya.
Di sisi lain, H. Al Asari mengimbau masyarakat agar tidak terpancing emosi maupun melakukan tindakan main hakim sendiri. Ia meminta masyarakat menyampaikan keberatan melalui mekanisme hukum yang tersedia.
“Kami mengajak masyarakat tetap tenang. Serahkan prosesnya kepada aparat yang berwenang, tetapi persoalan ini juga perlu ditelusuri secara serius agar fakta sebenarnya menjadi jelas,” katanya.
Ia berharap peristiwa tersebut menjadi evaluasi bagi penyelenggara kegiatan hiburan agar lebih memperhatikan sensitivitas keagamaan dan norma yang berlaku di masyarakat.
Teks foto: Ketua PD Al Washliyah Batu Bara, H. Al Asari.(istimewa)
Reporter: AM








