Baru Dikerjakan, Drainase Proyek Rp30 Miliar di Nenassiam Sudah Retak

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BATU BARA – Pembangunan drainase yang menjadi bagian dari proyek peningkatan struktur jalan provinsi di Desa Nenassiam, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, mendapat sorotan warga. Pasalnya, bangunan drainase tersebut dilaporkan sudah mengalami keretakan meski pekerjaan belum genap sebulan.

Keretakan itu ditemukan pada Minggu (23/8/2026). Warga mempertanyakan kualitas pekerjaan karena kawasan tersebut merupakan salah satu daerah yang rawan mengalami genangan saat musim hujan.

“Daerah sini rawan banjir kalau musim penghujan. Belum hujan saja bangunannya sudah retak. Kalau nanti diterjang banjir, kami khawatir drainasenya bisa roboh,” ujar seorang warga.

Tak hanya soal keretakan, warga juga menyoroti proses pengerjaan. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pekerja disebut tidak menggunakan alat pelindung diri (APD). Warga juga mengaku melihat penggunaan air parit untuk mencampur adukan semen.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai penerapan standar operasional prosedur (SOP), mutu pekerjaan, serta keselamatan kerja di lokasi proyek.

Informasi yang dihimpun, proyek tersebut merupakan kegiatan peningkatan struktur jalan provinsi pada ruas Bandar Khalifah–Desa Lalang di Kabupaten Batu Bara yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2026.

Proyek tersebut tercantum dalam kontrak Nomor 602/BMCK/UPTD-TB/KPA/0504/2026 tertanggal 2 Juni 2026, dengan nilai kontrak Rp30.253.157.386 dan masa pelaksanaan 210 hari kalender.

Penyedia jasa tercatat PT ASA Cipta Sarana, sementara konsultan supervisi adalah PT Secon Dwi Tunggal Putra. Kegiatan tersebut berada di bawah UPTD Bina Marga dan Cipta Karya Tanjungbalai.

Warga juga menyoroti adanya pengerjaan pada hari libur yang diduga berkaitan dengan upaya mengejar target pekerjaan. Di lokasi, warga menyebut pengawasan terhadap aktivitas proyek dinilai minim.

Selain itu, aktivitas pembangunan juga dikeluhkan karena menimbulkan debu. Warga Kelurahan Pangkalan Dodek mengaku penyiraman di sekitar lokasi masih minim sehingga debu beterbangan hingga ke rumah warga.

“Anggarannya besar, tetapi penyiraman minim. Debu beterbangan sampai masuk ke rumah,” keluh warga.

Warga berharap instansi terkait dan aparat penegak hukum (APH) turun melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan proyek, terutama untuk memastikan kualitas konstruksi, metode pengerjaan, keselamatan pekerja, serta kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan kontrak.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak penyedia jasa dan konsultan supervisi belum memberikan keterangan terkait keretakan bangunan drainase maupun sejumlah keluhan warga tersebut.

Reporter: AM

Teks Foto: Drainase di Desa Nenassiam yang baru dikerjakan terlihat retak.(istimewa)

Berita Terkait

Kabar Terbaru Kayla: Operasi Berjalan Lancar, Bocah 6 Tahun Masih Jalani Perawatan di ICU
Usai Operasi, Kayla Jalani Perawatan Intensif di ICU RS Bidadari
Peduli Kondisi Kayla, Kapolsek Medang Deras Kembali Jenguk di Rumah Sakit
Peduli Kayla, Kapolres Batu Bara Turun Langsung Pastikan Pengobatan Berjalan
Tekan Kejahatan 3C, Polres Batu Bara Ungkap 10 Kasus dan Amankan 17 Tersangka
Kapolres Batu Bara Gerak Cepat Bantu Pengobatan Kayla, Bocah 6 Tahun Luka Bakar
Derita Kayla, Bocah 6 Tahun Korban Luka Bakar Parah Butuh Uluran Tangan
Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru SMK Negeri 1 Medang Deras Disorot, Penggunaan Air Parit Dipertanyakan
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:39 WIB

Kabar Terbaru Kayla: Operasi Berjalan Lancar, Bocah 6 Tahun Masih Jalani Perawatan di ICU

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:22 WIB

Usai Operasi, Kayla Jalani Perawatan Intensif di ICU RS Bidadari

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Peduli Kayla, Kapolres Batu Bara Turun Langsung Pastikan Pengobatan Berjalan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:45 WIB

Tekan Kejahatan 3C, Polres Batu Bara Ungkap 10 Kasus dan Amankan 17 Tersangka

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Kapolres Batu Bara Gerak Cepat Bantu Pengobatan Kayla, Bocah 6 Tahun Luka Bakar

Berita Terbaru