Akhir Operasi Antik Toba 2026, Polres Pematangsiantar Sikat Jaringan Narkoba dan Pelaku Kriminal

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PEMATANGSIANTAR | Sergap24.id – Kepolisian Resor (Polres) Pematangsiantar menggelar konferensi pers hasil akhir Operasi Antik Toba 2026 di Markas Komando (Mako) Polres Pematangsiantar, Sumatera Utara. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran kepolisian dalam memaparkan capaian pengungkapan berbagai tindak kejahatan, khususnya peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang selama ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat.

Dalam pemaparannya, Kapolres Pematangsiantar menegaskan bahwa Operasi Antik Toba 2026 tidak sekadar menjadi agenda rutin kepolisian, melainkan bentuk nyata komitmen Polri dalam memberantas jaringan kejahatan narkoba hingga ke akar-akarnya.

“Peredaran narkotika merupakan kejahatan luar biasa yang merusak masa depan generasi bangsa. Karena itu, tidak ada ruang bagi pelaku narkoba di wilayah hukum Polres Pematangsiantar,” tegas Kapolres di hadapan awak media.

Selama pelaksanaan Operasi Antik Toba 2026, personel Satresnarkoba bersama jajaran Polsek berhasil mengungkap sejumlah kasus yang melibatkan bandar, pengedar, kurir hingga pengguna narkotika. Dari hasil operasi tersebut, polisi mengamankan puluhan tersangka beserta barang bukti berupa sabu, ganja, alat hisap, timbangan digital, telepon seluler serta sejumlah barang lainnya yang berkaitan dengan aktivitas peredaran gelap narkotika.

Keberhasilan pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja keras aparat kepolisian melalui penyelidikan intensif, pengembangan informasi masyarakat, serta pemetaan terhadap daerah-daerah yang selama ini diduga menjadi lokasi transaksi narkoba.

Selain mengungkap kasus narkotika, Polres Pematangsiantar juga memaparkan berbagai keberhasilan pengungkapan tindak pidana lainnya yang terjadi selama periode operasi berlangsung. Berbagai kasus kriminal yang meresahkan masyarakat berhasil ditindak melalui langkah penegakan hukum yang terukur dan profesional.

Kapolres menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti pada hasil operasi semata. Pengembangan terhadap jaringan yang lebih besar akan terus dilakukan guna memutus mata rantai peredaran narkoba yang masih beroperasi di wilayah Kota Pematangsiantar maupun daerah sekitarnya.

“Kami tidak hanya mengejar pengguna. Fokus utama kami adalah membongkar jaringan, menangkap bandar dan memiskinkan pelaku kejahatan narkotika melalui penerapan pasal-pasal yang berlaku,” ujarnya.

Di hadapan para tersangka yang dihadirkan saat konferensi pers, Kapolres juga memberikan peringatan keras kepada seluruh pelaku kejahatan yang masih beroperasi di wilayah hukum Polres Pematangsiantar agar segera menghentikan aktivitas ilegal mereka.

Menurutnya, Polri akan terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan preventif, preemtif dan represif guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Sementara itu, masyarakat Kota Pematangsiantar diimbau untuk tidak takut melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran narkoba maupun tindak kriminal lainnya. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga lingkungan dari ancaman kejahatan.

Operasi Antik Toba 2026 menjadi bukti bahwa perang terhadap narkoba dan berbagai bentuk kriminalitas masih menjadi prioritas utama aparat penegak hukum. Melalui sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan Kota Pematangsiantar dapat terbebas dari ancaman narkotika serta berbagai tindak kejahatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

Dengan berakhirnya Operasi Antik Toba 2026, Polres Pematangsiantar menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak akan berhenti. Penindakan akan terus dilakukan secara berkelanjutan demi menjaga keselamatan generasi muda dan mewujudkan Kota Pematangsiantar yang aman, bersih dari narkoba, serta terbebas dari berbagai bentuk kejahatan.

(Enjel)

Berita Terkait

Truk Pengangkut Pasir dan Dokumen SIPB Jadi Sorotan, Aktivitas Tambang di Batubara Terpantau Berizin
Warga Dusun Brona Bangun Jalan Secara Swadaya, Satria Borneo Raya Pemda Jangan Tutup Mata terhadap Jeritan Masyarakat
Satria Borneo Raya Jangan Jadikan Pekerja Peti Kambing Hitam, Tindak Tegas Juga Aktor Besar Di Belakangnya
Modus Jadi Pembeli, Rampas Emas Batangan Rp160 Juta lalu Kabur, LM Akhirnya Ditangkap di Rumah Pendeta
Pelarian LM Kandas, Polres Pematangsiantar Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Emas Batangan di Pasar Horas 
Dari Laporan Internal ke Dugaan Abuse of Power, Kasus PT UKM Masuk Babak Baru
Ahli Waris Murka! Mediasi Sengketa Lahan dengan PT Alya Group Mandek, BPN Gowa Didesak Beri Kepastian
Pengurus PETI Yang Diduga Inisial SN Alias Seno Mengakui, Bahwa Aktivitas PETI Sudah Menyetorkan Uang Terus??
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:16 WIB

Truk Pengangkut Pasir dan Dokumen SIPB Jadi Sorotan, Aktivitas Tambang di Batubara Terpantau Berizin

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:06 WIB

Warga Dusun Brona Bangun Jalan Secara Swadaya, Satria Borneo Raya Pemda Jangan Tutup Mata terhadap Jeritan Masyarakat

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:29 WIB

Satria Borneo Raya Jangan Jadikan Pekerja Peti Kambing Hitam, Tindak Tegas Juga Aktor Besar Di Belakangnya

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:23 WIB

Modus Jadi Pembeli, Rampas Emas Batangan Rp160 Juta lalu Kabur, LM Akhirnya Ditangkap di Rumah Pendeta

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:17 WIB

Pelarian LM Kandas, Polres Pematangsiantar Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Emas Batangan di Pasar Horas 

Berita Terbaru