BATU BARA – Pembangunan ruang kelas baru di SMK Negeri 1 Medang Deras, Jalan O.K. M. Yunan, Desa Nenassiam, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, menjadi sorotan warga pada Rabu (26/8/2026).
Sorotan tersebut muncul setelah sejumlah warga melihat pengerjaan proyek tetap berlangsung pada hari libur. Warga juga mempertanyakan penggunaan air parit untuk mengaduk campuran semen serta material tanah timbunan yang disebut berasal dari hasil pengerukan lahan persawahan.
“Apa ada pengawas para pekerja bang, ini kan hari libur. Adukan semen pun menggunakan air parit, apakah kuat itu nanti? Tanah timbunnya pun dari hasil galian cetak sawah,” kata seorang warga.
Di lokasi, seorang pekerja yang mengaku bernama Suhartono, asal Tanjung Morawa, mengatakan dirinya bersama enam orang rekannya sedang mengerjakan proyek tersebut.
“Kami dari Tanjung Morawa bang, ada enam orang,” ujarnya.
Suhartono juga membenarkan bahwa air yang digunakan untuk mengaduk campuran semen berasal dari parit di sekitar lokasi proyek.
“Iya air parit, mana ada air bersih di sini bang,” ungkapnya.
Sementara itu, seorang sopir truk pengangkut tanah menyebut material tanah yang dibawanya berasal dari hasil galian di kawasan Pekan Rabu.
“Tanah galian ladang di Pekan Rabu,” katanya.
Kawasan Pekan Rabu yang dimaksud diketahui berada di Desa Pematang Cengkering, Kecamatan Medang Deras. Berdasarkan informasi warga, di kawasan tersebut saat ini terdapat aktivitas pengerukan tanah menggunakan alat berat.
Kepala SMK Negeri 1 Medang Deras berinisial AP ketika dikonfirmasi mengatakan pihak sekolah hanya menerima kunci bangunan setelah pekerjaan selesai.
“Kami hanya terima kunci,” katanya.
Ketua Komite SMK Negeri 1 Medang Deras berinisial E.S juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Berdasarkan papan informasi proyek, pembangunan ruang kelas baru tersebut merupakan pekerjaan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Pendidikan dengan sumber dana APBD Tahun Anggaran 2026.
Proyek bernama Pembangunan Ruang Kelas Baru itu memiliki nilai kontrak Rp666.168.258,80 dengan Nomor SPMK 000.3.3/4057/DISDIK UM/2026. Waktu pelaksanaan tercantum selama 90 hari kalender, mulai 2 Juli 2026 hingga 29 September 2026.
Adapun penyedia jasa konstruksi adalah CV Artha Mayo, sedangkan konsultan pengawas tercantum CV Eka Gautama Consultant.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari pihak penyedia jasa konstruksi maupun konsultan pengawas terkait penggunaan air parit, sumber material tanah timbunan, serta aktivitas pekerjaan pada hari libur tersebut.
Informasi mengenai kualitas material dan kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan spesifikasi teknis juga masih memerlukan penjelasan dari pihak berwenang maupun konsultan pengawas. Karena itu, dugaan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan proyek belum dapat disimpulkan tanpa pemeriksaan dan keterangan dari pihak terkait.
Reporter: AM
Teks foto: pembangunan ruang kelas baru di SMK Negeri 1 Medang Deras, Rabu (26/8/2026).








