BATU BARA — Dua nelayan, Musleh (48) dan Ahmad Yani alias Amat Karoke (38), warga Kelurahan Pangkalan Dodek Baru, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, mengaku menjadi korban dugaan pengeroyokan sejumlah warga di Dusun Kuala Sipare, Desa Medang, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Kejadian tersebut diduga bermula ketika Musleh dan Ahmad Yani sedang melaut menggunakan sampan untuk membawa pekarangan bubu naga. Di tengah perjalanan, sampan yang mereka gunakan mengalami kebocoran.
Musleh mengatakan, saat berusaha menimba air dari dalam sampan, engkol mesin secara tidak sengaja ikut masuk ke dalam timba dan terjatuh. Ia kemudian meminta bantuan kepada nelayan yang berada di sekitar lokasi.
Namun, menurut Musleh, dirinya dan Ahmad Yani justru dituding mencuri pekarangan bubu naga.
“Saat itu sampan banyak air dan saya menimba. Tanpa saya sadari, engkol mesin masuk ke dalam timba dan jatuh. Saya kemudian memanggil nelayan di sekitar, tetapi bukannya mendapat pertolongan malah dituduh mencuri,” kata Musleh.
Musleh mengaku tidak lama kemudian sejumlah sampan datang ke lokasi. Ia memperkirakan terdapat beberapa warga di dalam sampan tersebut.
Dalam kondisi gelap, Musleh mengaku mendengar sejumlah warga mengeluarkan perkataan bernada ancaman.
“Dalam kegelapan saya dengar ada yang mengatakan bunuh saja. Ada juga yang bilang bawa ke darat, kalau betul mencuri kita bakar,” ungkapnya.
Ia juga mengaku sempat hendak dipukul menggunakan bagian lantai sampan. Namun, orang yang disebut hendak memukulnya terjatuh sehingga pukulan tersebut tidak mengenai dirinya.
Menurut Musleh, setelah dibawa ke darat, dirinya kembali mengalami pemukulan. Akibat kejadian tersebut, pelipis kirinya mengalami luka dan hingga kini telinganya masih terasa sakit.
“Kalau kena pukulan lantai sampan mungkin saya sudah mati. Untung dia jatuh. Tetapi saat dibawa ke darat, pukulan datang bertubi-tubi,” ujarnya.
Sementara Ahmad Yani mengatakan dirinya juga mengalami pemukulan setelah dibawa ke darat.
“Saya duluan dibawa ke darat. Sampai di darat saya dipukul dan pelipis kiri saya pecah,” katanya.
Pemilik Sampan Klaim Rugi Rp15 Juta
Pemilik sampan, Irwansyah Hasibuan (34), mengaku mengalami kerugian akibat kejadian tersebut. Ia memperkirakan kerugian mencapai Rp15 juta.
“Kerugian sekitar Rp15 juta, terdiri dari kerusakan sampan dan pompa air yang dicuri,” ujar Irwansyah.
Irwansyah menyebut kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Medang Deras pada Jumat (14/8/2026). Laporan tersebut tercatat dengan Nomor LP/B/74/VIII/2026/SPKT/POLSEK MEDANG DERAS/POLRES BATUBARA/POLDA SUMATERA UTARA, pukul 19.56 WIB.
Ia berharap pihak kepolisian dapat menangani laporan tersebut secara serius dan mengungkap fakta sebenarnya di balik peristiwa tersebut.
Polisi: Masih Dalam Pemeriksaan
Kapolsek Medang Deras AKP A.H. Sagala saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (15/8/2026), membenarkan bahwa perkara tersebut masih dalam proses pemeriksaan.
“Masih dalam pemeriksaan, nanti kita kasih tahu ya,” kata AKP A.H. Sagala.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan dari pihak warga yang disebut terlibat dalam dugaan pengeroyokan tersebut. Proses pemeriksaan oleh kepolisian masih berlangsung untuk mengetahui kronologi dan pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Reporter: AM
Teks foto: Musleh dan Ahmad Yani menunjukkan luka yang mereka klaim dialami setelah dugaan pengeroyokan di kawasan Kuala Sipare, Kecamatan Medang Deras.








