BATU BARA – Aktivitas penggalian tanah menggunakan alat berat jenis ekskavator berlangsung di lahan perkebunan kelapa sawit seluas sekitar 18 rante di Dusun Pandau Palas, Desa Durian, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.
Lahan tersebut disebut sedang dipersiapkan untuk dialihfungsikan menjadi persawahan. Dalam prosesnya, tanah hasil galian diangkut menggunakan truk dan disebut diperjualbelikan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Jumat (11/9/2026), tampak satu unit ekskavator melakukan penggalian tanah. Beberapa orang terlihat mengatur aktivitas di lapangan, sementara sejumlah truk keluar-masuk membawa tanah hasil galian.
Seorang pria yang mengaku bernama Iwan mengatakan, dalam sepekan terakhir sekitar 57 truk telah mengangkut tanah dari lokasi tersebut.
“Kalau dalam minggu ini paling ada 57 truk,” ujar Iwan.
Menurutnya, harga tanah berbeda berdasarkan jarak pengiriman. Untuk wilayah Pagurawan, harga yang disebut mencapai Rp300 ribu per truk.
“Untuk wilayah Pagurawan Rp300.000, Bang, karena jarak tempuh jauh,” katanya.
Terkait aktivitas tersebut, Kapolsek Medang Deras AKP A.H. Sagala saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengaku belum mengetahui adanya kegiatan penggalian tanah di lokasi.
“Nggak tahu saya,” jawabnya.
Sementara itu, Kepala Desa Durian Jumahari mengaku belum mengetahui secara pasti siapa pemilik atau pihak yang mengelola kegiatan tersebut. Ia menyatakan akan menanyakan hal itu kepada kepala dusun.
“Yang punya nggak ada lapor di Dusun Pandau Palas, nanti kutanya kadusnya. Nggak tahu yang punya,” ujar Jumahari.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari pihak pengelola mengenai tujuan penjualan tanah, status lahan, serta perizinan kegiatan penggalian dan pengangkutan tanah tersebut.
Reporter: AM
Teks foto: Aktivitas ekskavator dan truk pengangkut tanah di lahan sekitar 18 rante di Dusun Pandau Palas, Desa Durian, Kecamatan Medang Deras, Batu Bara. (Istimewa)






