SPBU 66.0624 Diduga Jadi Sarang Mafia Solar Subsidi, Awak Media Temukan Mobil Angkut Jeriken Keluar Masuk Bebas

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sergap24.com – Melawi,Dugaan praktik mafia BBM subsidi kembali mencuat di Kabupaten Melawi. Kali ini, tim investigasi media menemukan aktivitas mencurigakan di SPBU 66.0624 yang diduga menjadi lokasi penyelewengan solar subsidi secara terang-terangan. Minggu, 24/5/2026.

 

Saat melakukan investigasi langsung di lapangan, awak media mendapati sebuah mobil angkut terparkir di area SPBU dengan kondisi bak diduga digunakan untuk membawa jeriken pengangkut solar subsidi. Beberapa pria terlihat berada di sekitar kendaraan tersebut saat proses pengisian BBM berlangsung.

 

Temuan ini memperkuat dugaan bahwa solar subsidi di SPBU tersebut tidak sepenuhnya disalurkan kepada masyarakat yang berhak, melainkan diduga dimainkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan bisnis ilegal.

 

Ironisnya, aktivitas mencurigakan itu disebut-sebut bukan lagi rahasia umum. Warga sekitar mengaku kendaraan pengangkut jeriken kerap keluar masuk SPBU saat solar subsidi tersedia.

 

“Sudah sering terlihat mobil bawa jeriken antre di situ. Kadang masyarakat biasa malah tidak kebagian solar,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

 

Jika dugaan ini benar, maka praktik tersebut bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan bentuk penyalahgunaan distribusi BBM subsidi yang merugikan negara dan menyengsarakan masyarakat kecil. Solar subsidi yang seharusnya dinikmati petani, nelayan, sopir angkutan, dan pelaku usaha kecil justru diduga dijadikan ladang bisnis oleh mafia BBM.

 

Tim investigasi juga menyoroti lemahnya pengawasan di SPBU 66.0624. Aktivitas pengangkutan menggunakan jeriken dalam jumlah besar seharusnya tidak bisa lolos begitu saja apabila pengawasan berjalan ketat sesuai aturan Pertamina dan ketentuan pemerintah.

 

Publik kini mempertanyakan ketegasan aparat penegak hukum, pihak Pertamina, serta instansi terkait. Pasalnya, dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi di wilayah Melawi bukan kali pertama mencuat, namun hingga kini praktik serupa diduga masih terus berlangsung tanpa tindakan nyata.

 

Masyarakat mendesak Polres Melawi, Pertamina, dan BPH Migas segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak serta audit distribusi BBM di SPBU tersebut. Jika ditemukan adanya permainan solar subsidi, aparat diminta tidak hanya menindak pelaku lapangan, tetapi juga mengusut dugaan keterlibatan oknum yang membekingi aktivitas tersebut.

 

“Jangan sampai mafia solar makin kebal hukum sementara masyarakat kecil terus jadi korban kelangkaan,” tegas salah seorang warga.

(Redaksi)

Berita Terkait

Warga Klaim Aktivitas Dugaan Penampungan Solar Subsidi Masih Terjadi Secara Tertutup di Ketapang
Truk Pengangkut Pasir dan Dokumen SIPB Jadi Sorotan, Aktivitas Tambang di Batubara Terpantau Berizin
Warga Dusun Brona Bangun Jalan Secara Swadaya, Satria Borneo Raya Pemda Jangan Tutup Mata terhadap Jeritan Masyarakat
Satria Borneo Raya Jangan Jadikan Pekerja Peti Kambing Hitam, Tindak Tegas Juga Aktor Besar Di Belakangnya
Modus Jadi Pembeli, Rampas Emas Batangan Rp160 Juta lalu Kabur, LM Akhirnya Ditangkap di Rumah Pendeta
Pelarian LM Kandas, Polres Pematangsiantar Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Emas Batangan di Pasar Horas 
Dari Laporan Internal ke Dugaan Abuse of Power, Kasus PT UKM Masuk Babak Baru
Ahli Waris Murka! Mediasi Sengketa Lahan dengan PT Alya Group Mandek, BPN Gowa Didesak Beri Kepastian
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:16 WIB

Warga Klaim Aktivitas Dugaan Penampungan Solar Subsidi Masih Terjadi Secara Tertutup di Ketapang

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:16 WIB

Truk Pengangkut Pasir dan Dokumen SIPB Jadi Sorotan, Aktivitas Tambang di Batubara Terpantau Berizin

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:06 WIB

Warga Dusun Brona Bangun Jalan Secara Swadaya, Satria Borneo Raya Pemda Jangan Tutup Mata terhadap Jeritan Masyarakat

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:29 WIB

Satria Borneo Raya Jangan Jadikan Pekerja Peti Kambing Hitam, Tindak Tegas Juga Aktor Besar Di Belakangnya

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:23 WIB

Modus Jadi Pembeli, Rampas Emas Batangan Rp160 Juta lalu Kabur, LM Akhirnya Ditangkap di Rumah Pendeta

Berita Terbaru