Selesai Dilantik Menjadi Sekda , Sarman Syahroni Rombak Susunan Administrator

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SERGAP24.ID//Rokan Hilir – Belum genap 24 jam usai menerima mandat sebagai Sekretaris Daerah Rokan Hilir, Sarman Syahroni langsung tancap gas merombak susunan pejabat administrator. Pergeseran enam pejabat eselon III yang berlangsung pada Jumat (16/10/2026) sore ini menyita perhatian, terlebih karena bersinggungan langsung dengan tahapan Pemilihan Penghulu (Pilpeng) yang tengah bergulir.

Pelantikan satu orang camat dan lima kepala bidang ini dihelat dengan agenda pengambilan sumpah jabatan. Mewakili pimpinan daerah setempat, Sekretaris Daerah Rohil, Sarman Syahroni mengingatkan para aparatur sipil negara yang baru dilantik untuk segera beradaptasi dengan tanggung jawab masing-masing.

“Jalankan tugas dengan baik, dedikasi yang tinggi, amanah dan penuh tanggung jawab, selamat bekerja,” tegasnya.

 

 

Enam aparatur yang menerima surat keputusan pengangkatan tersebut di antaranya Ahmad Saleh sebagai Camat Rantau Kopar, Anggia Murni selaku Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP, Ema Indrawati sebagai Kabid Pengelolaan Keuangan Aset dan Pendampingan Kepenghuluan Dinas PMK, serta Rinaldi yang mengisi kursi Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Rohil.

Namun, rotasi di tubuh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kepenghuluan menjadi sorotan paling tajam. Hasbullah Hamzah yang sebelumnya menduduki posisi Kabid Pemerintahan Kepenghuluan secara mendadak digeser menjadi Kabid Pencegahan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Damkar. Kursi lamanya kini diserahkan kepada Hadi Rudiansyah.

Langkah mutasi ini memantik tanda tanya mengingat Hasbullah merupakan Ketua Panitia Pilpeng Serentak Tahap I Tahun 2026 se-Kabupaten Rohil. Pesta demokrasi desa ini dijadwalkan berlangsung kurang dari dua pekan lagi, tepatnya pada 27 Oktober 2026.

Rotasi ini tidak lepas dari polemik gugurnya enam bakal calon penghulu akibat tidak lulus tes membaca Alquran dan pemahaman agama. Menyusul hasil tersebut, beredar informasi bahwa pimpinan daerah setempat sempat meminta penundaan tahapan pemilihan khusus untuk enam desa yang terdampak.

Sebagai ketua panitia pelaksana teknis, Hasbullah dikabarkan kukuh mempertahankan hasil seleksi membaca Alquran yang dikeluarkan secara resmi oleh instansi terkait, yakni Kemenag Rohil. Perbedaan sikap menyangkut aturan main inilah yang ditengarai bermuara pada pergeseran jabatannya ke dinas lain.

 

Pasca perombakan ini, konstelasi politik di enam desa terkait terus menghangat seiring mencuatnya desas-desus intervensi birokrasi. Wacana mengenai pelaksanaan tes kemampuan agama ulang mulai berhembus ke permukaan, kendati langkah tersebut dinilai sejumlah pihak bertentangan dengan Peraturan Daerah tentang Pemilihan Penghulu Serentak yang menjadi produk hukum utama. ***

 

Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Selesai Dilantik Menjadi Sekda , Sarman Syahroni Rombak Susunan Administrator

Berita Terbaru

Pemantang Siantar

KRYD Polres Pematangsiantar untuk ciptakan Situasi yang Aman dan Kondusif

Senin, 26 Okt 2026 - 15:57 WIB

Pemantang Siantar

Kapolres Pematangsiantar Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Toba 2026

Senin, 26 Okt 2026 - 15:52 WIB